Ringkasan
UD Mesin Tani jual alat pertanian — traktor, bajak, pompa irigasi, lengkap. Masalahnya bukan di stok barang. Masalahnya di komunikasi. Petani sering telepon nanya spec, harga, ketersediaan. Pertanyaan yang sama, berulang terus. Mereka butuh cara buat masukin katalog ke kantong orang.
MTTECH adalah katalog itu. Browse alat berdasarkan kategori, cek spec, lihat stok, dapat info kontak. Hal sederhana, tapi penting. Aplikasinya harus jalan di HP Android murah dengan koneksi internet yang sering putus. Tanpa animasi fancy. Tanpa dependency yang berat. Cuma informasi, cepat.
Saya bangun pakai Flutter karena cross-platform masuk akal untuk budget mereka, dan GetX bikin state management tetap simpel. Seluruh aplikasi ini pada dasarnya product browser dengan offline caching. Bukan yang glamor, tapi menyelesaikan masalah.
Klien
UD Mesin Tani adalah supplier alat pertanian lokal di Jawa Timur. Mereka sudah lama beroperasi, melayani pertanian kecil sampai menengah. Reputasi bagus, produk solid, tapi marketing mereka masih stuck di tahun 2000-an — telepon dan katalog cetak.
Pemiliknya mau modernisasi tanpa kehilangan sentuhan personal. Dia tidak mau platform e-commerce. Dia mau petani bisa browsing di waktu luang mereka, terus telepon kalau sudah siap. Aplikasi ini dibuat untuk menginformasikan, bukan menjual.
Fitur
Katalog produk diatur berdasarkan jenis alat — traktor, cultivator, mesin panen, sistem irigasi. Setiap item punya foto, spec, harga, dan status ketersediaan. Pencarian bisa jalan offline setelah katalog di-load.
Integrasi kontak memungkinkan user telepon atau WhatsApp langsung dari halaman produk. Peta lokasi menunjukkan toko dan service center. Push notification untuk barang baru dan promo, meskipun jarang mereka pakai.
Mode offline itu wajib. Internet di pedesaan tidak bisa diandalkan. Setelah buka aplikasi dan sync, user bisa browse semua tanpa koneksi. Gambar di-cache agresif.
Tech Stack
Flutter untuk UI dan cross-platform build. GetX untuk state management dan routing — ringan, reaktif, tanpa boilerplate. Dio untuk HTTP request dengan retry logic dan caching. Hive untuk local storage karena cepat dan tidak perlu setup native.
Firebase Cloud Messaging untuk push notification. Google Maps API untuk fitur lokasi. Backend-nya REST API sederhana yang sudah mereka punya — saya cuma bangun mobile client.
Peran Saya
Developer solo. Saya handle semua dari UI design sampai deployment ke Play Store. Klien punya mockup dari designer, tapi mockup-nya oriented ke desktop. Saya adaptasi untuk mobile, fokus ke navigasi yang thumb-friendly dan teks yang readable di layar kecil.
Bagian paling tricky adalah strategi offline sync. Saya harus putuskan apa yang di-cache, kapan refresh, dan gimana handle conflict. Akhirnya pakai pendekatan "sync on app open" dengan manual refresh. Bukan sempurna, tapi cocok untuk use case mereka.
Deploy ke Play Store, tulis copy listing, dan training staff mereka cara update konten lewat backend. Mereka masih pakai sampai sekarang. Terakhir saya cek, aplikasinya punya beberapa ribu install dan review yang lumayan.
