Ringkasan
Futura Energi Indonesia pasang sistem panel surya di daerah terpencil. Tim lapangan mereka kunjungi lokasi, temukan masalah, catat di kertas, dan lapor balik beberapa hari kemudian. Saat itu, konteksnya sudah hilang. Foto ada di HP seseorang. Tidak ada yang tahu apakah masalahnya sudah diperbaiki atau masih pending.
Mereka butuh aplikasi mobile yang bisa dipakai pekerja lapangan on-site untuk log issue, track aset, dan lapor status proyek secara real time. Tujuannya bukan cuma efisiensi — tapi akuntabilitas. Kalau manage proyek energi bersih dengan dana pemerintah, butuh audit trail.
Saya bangun Futura sebagai field operations tool. Pekerja bisa buat laporan issue dengan foto dan koordinat GPS, scan tag aset untuk log maintenance, dan update milestone proyek. Semua sync ke database pusat. Manager dapat dashboard. Auditor dapat transparansi.
Aplikasinya harus jalan offline karena pedesaan Indonesia tidak punya internet yang reliable. Harus sederhana karena tidak semua orang di tim tech-savvy. Dan harus aman karena korupsi adalah concern nyata di proyek infrastruktur.
Klien
Futura Energi Indonesia adalah perusahaan energi bersih yang fokus ke instalasi solar di area yang kurang terlayani. Mereka kerja sama dengan pemerintah lokal dan NGO untuk bawa listrik ke komunitas yang tidak punya akses grid.
Perusahaan ini peduli soal impact, tapi juga peduli soal proses. Mereka mau sistem yang bisa buktiin kerja mereka legitimate — bahwa dana dipakai dengan benar, proyek diselesaikan sesuai janji, masalah ditangani, bukan disembunyikan.
Fitur
Issue tracking memungkinkan pekerja lapangan buat laporan dengan deskripsi, foto, data lokasi, dan level severity. Issue di-assign ke anggota tim dan di-track sampai resolusi. Manager bisa filter berdasarkan proyek, status, atau prioritas.
Asset management pakai QR code. Setiap panel surya, inverter, dan baterai punya tag. Pekerja scan untuk log inspeksi, maintenance, atau penggantian. Sistem tracking riwayat aset — kapan dipasang, siapa yang service, masalah apa yang pernah terjadi.
Project tracking menunjukkan milestone dan progress. Tim lapangan update status dari aplikasi. Manager lihat proyek mana yang on schedule, mana yang delay, dan kenapa. Foto dan catatan kasih konteks.
Aplikasi enforce data integrity. Tidak bisa tandai issue sebagai resolved tanpa upload bukti. Tidak bisa log maintenance tanpa scan tag aset. Tidak bisa backdate entry. Constraint ini kurangi risiko laporan palsu.
Tech Stack
Flutter untuk cross-platform mobile development. GetX untuk state management dan dependency injection. SQLite untuk local storage dengan background sync ke REST API. Firebase Cloud Messaging untuk notifikasi.
QR code scanning dengan package mobile_scanner. Image compression sebelum upload untuk hemat bandwidth. JWT authentication dengan role-based access control. Backend-nya Laravel, tapi saya cuma bangun mobile client.
Peran Saya
Lead mobile developer. Saya design app architecture, bangun UI, implementasi offline sync, dan integrasi dengan backend API. Saya juga kerja sama dengan klien untuk define workflow — data apa yang dikumpulkan, validasi apa yang di-enforce, gimana handle edge case.
Offline sync adalah bagian paling kompleks. Pekerja bisa offline berhari-hari. Saya harus handle conflict, pastikan data consistency, dan pastikan tidak ada yang hilang. Akhirnya pakai queue-based system yang retry failed sync dan flag conflict untuk manual resolution.
Saya juga training tim lapangan. Tunjukkan cara pakai aplikasi, jelasin kenapa field tertentu required, dan kumpulkan feedback. Versi pertama terlalu rumit. Saya sederhanakan berdasarkan apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang saya pikir mereka butuhkan.
Aplikasi sudah production lebih dari setahun. Futura pakai di beberapa proyek. Mereka bilang ini bikin audit lebih mudah dan kurangi dispute soal status proyek. Itu jenis impact yang penting.
